Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Agustus 2014

Ujung Tombak Budidaya Kroto

- 0 komentar
Selamat malam, Puji dan ungkapan rasa syukur alhamdulillah malam ini kami bisa menjumpai anda sekalian lagi.
Apa kabar teman - temanku sekalian. Semoga Tuhan yang Maha kuasa pencipta alam seisinya senantiasa memberi anugerah rizki yang utama berupa kesehatan kepada kita semua.
Beberapa bulan kami tidak aktif karena ada dua musibah yang membuat kami tidak bisa konsentrasi penuh dalam melayani teman-teman, baik yang hanya sekedar konsultasi, beli bibit dan lain-lain. 
Untuk semua itu saya selaku ketua LKP. Laskar Kroto memohon maaf yang sedalam dalamnya jika support kami tidak maksimal dalam beberapa  bulan ini.
Kami percaya dengan adanya musibah kemarin hikmahnya sangat banyak bagi kami.
Kami bisa belajar untuk lapang dada, dapat berguru pada keadaan untuk menjadi lebih dewasa dalam menyikapi permasalahan serta efek dari masalah tersebut.
Alhamdulillah malam hari ini kami kembali hadir menemui teman-teman sekalian dan sedikit berbagi, menularkan sedikit yang kami tahu tentang budidaya semut rangrang..

Rekan pembudidaya semut rangrang yang terhormat...... Banyak janji kami yang meleset dari jadual awal seperti Ebook Rahasia Sukses Tangkar Semut Rangrang
Yang hingga artikel ini kami suguhkan belum juga kami dapat menyelesaikannya, Semoga dalam bulan ini kami sudah mampu menyelesaikannya.

Sedikit kabar gembira website forum sudah bisa di gunakan untuk berinterakasi , Bagi anda yang ingin berbagi dengan rekan yang lain kami persilahkan berkunjung dan meramaikan FORUM PETERNAK KROTO INDONESIA GRATIS.

Silahkan KLIK DI SINI !

Website forum tersebut meskipun belum maksimal pos-posnya tetapi sudah bisa di gunakan.
Dan bagi anda yang nantinya menginginkan support dari kami dalam hal menangkar semut rangrang, kami juga sudah membuat salah satu website khusus bagi member LKP. Laskar Kroto. Bagi anda ingin melihat silahkan KLIK DISINI tapi mohon maaf ibarat bangunan baru pondasi saja.

Teman-teman seperjuangan....malam hari ini untuk memulai setelah sekian lama vakum, saya menulis artikel berjudul " Ujung Tombak Budidaya Kroto "

Dalam budidaya semut rangrang ada elemen khusus yang kadangkala kehadirannya , seolah olah bisa tergantikan oleh elemen pendukung yang lain. Padahal pada kenyataannya jika kita ingin berhasil dalam berbudidaya semut rangrang elemen khusus ini hukumnya WAJIB ADA, HARUS ADA, MESTI ADA.
Apakah elemen khusus dalam budidaya semut rangrang di mana hukumnya WAJIB ADA yang kami maksud ? Ya betul sekali RATU atau MASTER RATU.

<img src="ratu semut rangrang.jpg" alt="ratu semut rangrang untuk ternak kroto produk republik kroto">

Keberadaan ratu / master ratu dalam memulai budidaya tidak bisa di gantikan oleh elemen pengganti yang lain. Meski pada kenyataannya jika ratu tidak ada karena satu dan lain hal maka betina fertil akan menggantikan posisi ratu dalam melanjutkan kelangsungan kehidupan koloni.
Betina fertil dalam koloni utuh tugasnya adalah sebagai perawat kroto junior hingga menetas menjadi semut muda.
Tetapi jika kondisi koloni tidak terdapat ratu maka peran pengganti ratu akan di gantikan oleh betina fertil.
Perlu di garis bawahi meskipun betina fertil bisa menggantikan posisi ratu, dalam kenyataanya jika kondisi ini terjadi maka, Baik di alam bebas apalagi di kandang penangkaran/ peternakan tidak akan efektif perkembangbiakan koloni . Bisa juga kami katakan tidak akan maksimal budidaya kita.

Hal apa saja yang mengakibatkan tidak bisa efektif atau tidak maksimal kehidupan koloni di alam bebas maupun kelangsungan koloni di tempat peternakan / penangkaran tanpa hadirnya figur pimpinan dalam hal ini ratu ?.
Banyak hal yang akan terjadi jika figur ratu di gantikan oleh betina fertil.

Berikut akan kami jabarkan persoalan yang akan terjadi........

Apa saja efeknya jika di alam bebas koloni semut rangrang tanpa adanya kehadiran ratu. Koloni semut rangrang tersebut akan lambat dalam proses pengembangbiakan koloni.
Hal ini juga akan berimbas pada budidaya semut rangrang tanpa kehadiran seekor ratu. Perkembangbiakan koloni terhambat.
Yang kita ingin panen telur kroto tetapi yang kita dapatkan kumpulan sarang / labirin.

Kroto yang di hasilkan akan di jadikan bahan perekat sarang / labirin.
Pada keadaan ini pembudidaya akan menjumpai semut peliharaannya hari ini bertelur cukup banyak,lain waktu kroto-kroto tersebut hilang tanpa di ketahui sebabnya.
Kemanakah gerangan kroto ini hilang ?
Jawaban yang pasti.. tidak mungkin "Gaib ".
Kroto yang hilang dan tidak jadi koloni baru atau tidak menetas sebenarnya oleh sebagian betina fertil dan semut betina pekerja di jadikan bahan perekat sarang / labirin. Anda bisa mengamati sarang / labirin dalam toples anda akan bertambah banyak.

Pertanyaan sederhana...!!! Kita ini budidaya sarang semut rangrang ataukah budidaya kroto...???

Jiika kita budidaya sarang semut rangrang maka tidak akan jadi persoalan,silahkan di lanjut saja.... tetapi jika kita budidaya semut rangrang ingin mendapatkan hasil kroto, semestinya kita harus melengkapi elemen ternak yang tak akan terganti oleh elemen yang lain.
Ratu harus ada meskipun hanya satu ekor tetapi dengan usia yang cukup tua mampu menghandle, mampu mengayomi dan memimpin puluhan sub koloni. Dan sub koloni sendiri tidak harus toples dengan ukuran tertentu.Bisa juga bahan lain yang di sukai semut rangrang.

Di sisi lain kehadiran ratu akan membuat pencampuran koloni berbeda akan lebih mudah. Artinya kita bisa menambah dan terus memasok semut betina fertil, semut betina mandul, semut betina prajurit dan pekerja serta jantan semau kita.
( Catatan : Yang penting tahu cara mencampur berbeda koloni )

Kehadiran ratu dalam koloni semut bahkan mampu meminimalisir pertarungan sesama koloni akibat pembudidaya salah dalam proses pemeliharaan.

Teman-teman seperjuangan yang terhormat,
Budidaya semut rangrang sebenarnya mudah jika elemen yang kita tangkar atau ternak lengkap. Akan terasa sulit jika elemen yang kita tangkar atau ternak kurang lengkap, apalagi kita tidak mau berguru pada keadaan semut rangrang itu sendiri di alam bebas, di mana ratu adalah pemegang tampuk kepemimpinan tertinggi koloni besar. Yang membawahi berpuluh- puluh sub koloni. Tanpa kehadiran figur ratu maka kelangsungan koloni akan terhambat.

Kenapa ada yang mengatakan beternak tanpa ratu bisa ?
Jawabannya memang bisa tetapi TIDAK MAKSIMAL. Bisa maksimal jika mengetahui cara tercepatnya tetapi butuh waktu ekstra untuk perawatan. Di sisi lain tidak semua pembudidaya semut rangrang punya waktu luang banyak untuk mengurusi semut peliharaan mereka. Di tambah lagi ilmu untuk penerapan di lapangan budidaya tanpa ratu ini sangatlah sulit. Maka timbul asumsi kurang benar bahwa budidaya semut rangrang itu sulit.

Faktor lain yang membuat ilmu budidaya kroto ini terasa sulit adalah adanya sebagian pakar budidaya semut rangrang tidak mau membuka rahasia Ujung tombak budidaya semut rangrang ini. Kenapa hal ini oleh para pakar di tutupi.
Jawabannya sederhana sekali kawan......KARENA RATU , SANG MASTER INI SUSAH DI DAPATKAN.
Belum tentu dalam suatu koloni luas di alam bebas bisa kita ketemukan ratu apalagi yang usia tua. Misanya ada kebun pohon mangga satu hektar. Apakah kita akan jumpai ratu dengan usia tua ini. 
Jawaban tegas saya.... BELUM TENTU ADA. Kalaupun ada paling calon ratu dengan ciri coklat bersayap atau hijau bersayap. Dan jika kita kurang teliti dalam penempatan proses perawatan calon ratu ini (Kami sering menyebutnya ratu bupati, ratu gubernur dan lain lain )  akan di bantai oleh kawanan koloni semut prajurit.
Kenapa calon ratu di bantai salah satu sebabnya adalah kompetisi kasta dan kepemimpinan sub koloni atau koloni tidak bisa lebih dari satu. ( Sub bahasan ini akan kami bahas pada waktu yang lain )

Ratu usia tua pada bulan empat, lima dan enam akan bertelur sepanjang hari. Sebagian teman - teman yang berkunjung ke gubuk REPUBLIK KROTO sudah menyaksikan ratu usia tua bertelur, mula-mula seperti sosis beberapa menit kemudian akan terpotong potong dengan ukuran sama, menit selanjutnya akan membesar dan selanjutnya sebagian betina fertil akan memisah dari gundukan atau sebagian di boyong ke tempat yang mempunyai keasaman ( pH) mendekati nol. Dalam tempo tiga kali dua puluh empat jam atau tiga hari kroto tadi akan berubah jadi semut muda.


Simpulan tulisan kami malam hari ini adalah dalam budidaya semut rangrang keberadaan ratu / master ratu WAJIB ADA dan HARUS ADA jika ingin berhasil. Jika pembudidaya hanya mengandalkan betina fertil yang bertelur maka di akhir episode budidaya akan di dapatkan panen SARANG / LABIRIN  semut rangrang dalam jumlah banyak. 
Tentunya dalam rencana awal kita tidak berfikiran untuk budidaya sarang semut rangrang kan ? Maka silahkan anda lengkapi koloni tangkaran anda dengan lengkap jika ingin ending panen kroto

Rekan seperjuangan yang terhormat, demikian sedikit yang dapat kami suguhkan malam hari ini. Semoga bermanfaat.Ketemu lagi pada tulisan kami mendatang. Terima kasih sudah menyempatkan waktu berkunjung di REPUBLIK KROTO



Salam Hormat,



Republik Kroto





[Continue reading...]

Sabtu, 07 Desember 2013

Cara Budidaya Ikan Gabus Malas

- 0 komentar
Ikan gabus adalah sejenis ikan buas yang hidup di air tawar. Ikan ini dikenal dengan banyak nama di berbagai daerah: kabos (Mhs.), aruan, haruan (Mly.,Bjn), bogo (Sd.), kocolan (Btw.), kutuk (Jw.), bayong, bogo, licingan (Bms.), dll. Dalam bahasa Inggris juga disebut dengan berbagai nama seperti snakehead murrel, common snakehead , striped snakehead, chevron snakehead, dan juga aruan. Nama ilmiahnya adalah (Channa striata).

Peluang usaha budidaya ikan gabus terbuka bagi siapa saja yang ingin mengembangkan usaha perikanan. Minimnya pasokan tak seimbang dengan besarnya permintaan dari konsumen ikan gabus, maka harga ikan gabus pun terbilang cukup mahal.
Ikan gabus malas bila sudah masuk ke restoran maka harganya bisa mencapai Rp 250.000,00 – Rp 300.000,00 untuk satu porsi dengan ukuran 0,8 kg -1 kg. Cara budidaya ikan gabus malas dapat anda simak di bawah ini.

Kebiasaan Hidup Ikan Gabus di Alam

Benih ikan gabus tampak seperti serombongan ikan cere (Lebistes reticulates) di kolam. Gabus malas ini berasal dari Kalimantan, Sumatera, Malaysia, dan Thailand. Ikan ini hidup di sungai, rawa dengan kedalaman 40 cm, dan menyukai perairan yang dangkal.

Ikan ini cenderung memilih tempat yang gelap, berlumpur, berarus tenang, atau wilayah bebatuan untuk bersembunyi. Di Indonesia, ikan ini ditemukan di Palembang, Muara Kompeh, Gunung Sahilan, Jambi, Danau Koto, Sungai Russu, Bua-bua, Banjarmasin, Sintang, Montrado, Batu Pangal, Smitau,Danau Boran, Pontianak, Sungai Kapuas, Serawak dan Ternate, Sungai Cisadane, Bengawan Solo, dan beberapa sungai besar lainnya.

1. Kebiasaan makan

Di alam, ikan gabus menangkap makanan yang jaraknya sangat dekat. Dengan bentuk mulut yang sangat lebar, bukan halangan bagi ikan ini untuk mengenyangkan perutnya.
ikan gabus termasuk golongan karnivora. Jenis pakan yang disukai adalah cacing, ikan-ikan kecil, atau organisme lainnya, asalkan masih hidup. Setiap harinya ikan ini bisa menyantap pakan ini dalam jumlah yang besar.

2. Kebiasaan berkembang biak

Di alam, ikan gabus kawin pada musim penghujan di tempat yang berpasir bersih. Ikan ini kawin secara berpasangan. Telurnya akan diletakkan di dasar atau ditempelkan pada substrat, pinggiran batu, atau akar pokok kayu yang bersih. Telurnya akan tampak seperti kabut atau kapas yang sangat lembut dan halus yang menempel pada substrat.

Pengenalan Jenis

Awalnya, ikan gabus malas adalah hama yang mengusik ketenangan ikan-ikan peliharaan di kolam, sama seperti belut. Namanya sesuai dengan kebiasaan hidupnya. Ikan ini hampir-hampir tidak bergerak saking malasnya. Oleh karena itu, ikan ini harus diberi pakan hidup agar bereaksi. Ikan gabus malas dikenal juga dengan nama betutu.

Ikan ini memiliki sisik tipe ctenoid. Artinya, bentuk sisik kecil2 dan menyelimuti sekujur badannya. Pada bagian kepala sisik, terdapat moncong, pipi, dan operculum. Bagian operculum sisik ini lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya. Sirip dubur lebih pendek dari sirip punggung kedua. Ikan ini mudah dibedakan dengan ikan lainnya karena mempunyai warna tubuh cokelat kehitaman. Pada bagian punggungnya berwarna hijau gelap, sedangkan warna bagian perutnya lebih terang. Bagian kepala memiliki tanda berwarna merah muda.

Panjangnya bisa mencapai 45 cm. Badannya berbentuk bulat panjang. Mulutnya lebar, Sirip ekor berbentuk membulat (rounded) dengan kulit tubuh dihiasi belang-belang kecokelatan.

Pemijahan di Kolam

1. Konstruksi kolam

Luas kolam pemijahan bervariasi antara 200 M2, tergantung ketersediaan lahan. Kolam berbentuk persegi panjang dengan letak pintu pemasukan dan pembuangan berseberangan secara diagonal. Tujuannya agar kolam bisa memperoleh air dari saluran langsung dan pembuangannya pun bisa lancar. Debit air kolam minimal 25 liter/menit. Pergantian air yang kotinyu akan berpengaruh positif terhadap proses pemijahan.
Bila lahannya sempit, bisa dibuatkan bak semen berukuran 2 m X 1 m x 1 m untuk pemijahan induk betutu secara berpasangan. Namun, bila mau memijahkan beberapa pasang di lahan terbatas bisa dibuat kolam tembok berukuran 4 m X 2 m X 1 m.

2. Persiapan kolam

Untuk kolam pemijahan seluas 200 m2, disiapkan induk yang rata-rata berukuran 300 g sebanyak 35-40 pasang. Sementara untuk kolam kecil, dengan luas 8 m2, dapat dimasukkan induk sebanyak 3-4 pasang.
Sebelum induk dimasukkan, kolam pemijahan dilengkapi dengan sarang pemijahan berupa segitiga yang dibuat dari asbes. Ukuran panjang segitigiga 30 cm yang diikat dengan kawat dan diberi pelampung untuk mengetahui keberadaannya.
Induk dimasukkan ke dalam kolam pemijahan setelah kolam terisi air setinggi 40-45 cm. Selama proses pemijahan, sebaiknya kolam memper*oleh pergantian air secara kontinyu. Proses pergantian air secara kontinyu ini terbukti mampu merangsang pemijahan hampir semua jenis ikan secara alami.

3. Pemijahan

Tingkah laku pemijahan ikan gabus meliputi 5 tahap, yaitu membentuk daerah kekuasaan, membuat sarang pemijahan, proses kawin, memijah dan meletakkan telurnya pada sarang, dan menjaga telurnya.

Memilih Induk

Induk ikan gabus umumnya dikumpulkan dari alam sebab perlu waktu yang lama dan pakan yang sangat banyak untuk menghasilkan induk di kolam.

Ciri induk ikan gabus yang berkualitas

Betina : Badannya berwana lebih gelap. Bercak hitam lebih banyak. Papila urogenital berbentuk tonjolan memanjang yang lebih besar, membundar, warnanya memerah saat menjelang memijah. Ukurannya lebih kecil dibandingkan yang jantan pada umur yang sama. Berbadan sehat. Dewasa.

Jantan : Badannya berwana lebih terang. Bercak hitam lebih sedikit. Papila orogenital berbentuk segitiga, pipih, dan kecil. Pada umur yang sama ukurannya lebih besar daripada betina. Berbadan sehat. Dewasa.

Penetasan Telur dan Perawatan Benih

Telur ikan betutu berbentuk lonjong, transparan. Ukurannya sangat kecil, kira-kira hanya bergaris tengah 0,83 mm. Telur tersebut melekat pada dinding sarang. Setelah kontak dengan air selama 10-15 menit, membran vitelinya akan mengembang terns dan panjang telur meningkat sekitar 50 % hingga telur berukuran 1,3 mm.

Penetasan telur dilakukan di akuarium dengan mengangkat sarang pemijahan yang telah berisi telur. Sebuah sarang pemijahan bisa ditempati oleh sepasang induk, tetapi bisa juga ditempati beberapa ekor induk. Kapasitas akuarium sebaiknya minimal 60 liter. Untuk menjamin proses penetasan, diberi aerasi agak kuat, dan ditetesi beberapa tetes

Malachytgreen atau Metilen blue untuk mencegah jamur (fungi). Telur yang terserang jamur akan tampak putih berbulu dan sebaiknya segera disifon agar tidak menulari telur yang lain.
Jumlah telur dalam setiap sarang berkisar 20.000- 30.000 butir. Telur tidak menetas dalam waktu yang bersamaan. Biasanya, penetasan berlangsung 2-4 hari. Setelah telur menetas, kekuatan aerator dikurangi. Adapun persentase telur yang menetas antara 80—90%.

Pendederan

Pendederan dimaksudkan untuk memelihara larva yang baru menetas dan sudah habis kuning telurnya (yolk sack) ke dalam kolam untuk memperoleh ikan yang seukuran sejari (fingerling). Pendederan biasanya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu pendederan I dan pendederan II.
Pendederan I dilakukan di dalam bak atau kolam yang lebih kecil, berukuran 5 m x 2 m dengan kedalaman 1 m. Kolam ini dipasangi hapa dengan ukuran mata 500 mikron (0,5 mm) yang berukuran 100 cm x 75 cm dan tinggi 60 cm.

Banyaknya hapa yang dipasang tergantung benih yang akan ditebar. Kepadatan penebaran di dalam hapa pada pendederan I yaitu 30.000 ekor /m2 atau 3o ekor/liter air. Jadi, ke dalam bak tersebut dapat ditampung sebanyak 100.000-150.000 ekor larva, hasil dari 3-5 buah sarang, dengan kedalaman air 50 cm. Lama pemeliharaan di dalam pendederan I ini yaitu 2 bulan. Dengan pakan yang disuplai dari luar, akan dihasilkan benih seukuran 1-2 cm dengan tingkat hidup mencapai 20%.

Untuk pendederan II, dibutuhkan kolam yang luasnya 50 m2 dengan ukuran 5 m x 10 m dan kedalaman kolam 0,7 meter. Kolam dipupuk dengan kotoran ayam sebanyak 0,5-1,5 kg /m2, tergantung dari kesuburan kolam. Lama pemeliharaan di pendederan II yaitu 4 bulan dan akan dihasilkan benih ikan berukuran 10 cm (30-50 g) dengan tingkat kehidupan bisa mencapai 100%.

Pembesaran

Pembesaran dimaksudkan untuk menghasilkan betutu berukuran konsumsi. Kolam yang dibutuhkan seluas 200-600 m2.usahakan kolam memperoleh air barn dengan konstruksi pematang kolam dari tanah dengan terlebih dahulu dipastikan tidak bocor. Idealnya, kolam dengan pematang yang ditembok. Di dalam kolam ditempatkan beberapa tempat persembunyian berupa ban bekas atau dawn kelapa karena ikan gabus menghendaki lingkungan yang agak remang-remang.

Terlebih dahulu kolam dipupuk dengan kotoran ayam dengan dosis 0.5-1.5 kg/m2. Kolam diairi dengan air yang sudah lewat saringan. Untuk benih berukuran 100 g dapat ditebarkan 20 ekor/m2, sedangkan yang berukuran 175 g dapat ditebarkan sebanyak 8 ekor/m2. Dalam tempo 5 bulan, benih yang beratnya 100 g dapat tumbuh menjadi 250 g/ekor, sedangkan yang berukuran 175 g dapat mencapai berat 400 g/ekor selama 6 bulan.

Sumber : http://peluangusaha-oke.com/
[Continue reading...]
 
Copyright © 2012. berbagi tips - Posts · Comments
Powered by Blogger